ornamen masjid minimalis

ornamen masjid minimalis, motif islam, yang jarang memakai bentuk figuratif, mengakibatkan seringnya pemakaian design geometri yang telah ada selama beberapa dekade.

design geometri dalam seni Islam seringkali di buat dari campuran pengulangan bentuk persegi berasama lingkaran, yang saling menjalin dan meliputi, sebagaimana arabasque (dengan kerapkali memadukan kedua pola itu), menjadi bentuk pola yang rumit dan sulit, termasuk sebuah luasnya ragam mosaik.

ornamen masjid minimalis

Ini dapat di angkat menjadi dekorasi sepenuhnya, bermulai dari bentuk kerangka pembubuhan pola floral dan kaligrafi, atau dapat ditaruh di latar menjadi latar belakang mengelilingi motif lainnya. Kerumitan dan macam-macam pola yang dipakai berubah secara perlahan dari bentuk bintang sederhana dan belah ketupat di abad ke sembilan, hingga banyak pola sudut bintang bermacam-macam dari 6 sampai 13 diciptakan di abad ke tiga belas, dan yang terakhir termasuk juga bintang dengan banyak sudut 14 dan 16 di abad ke enam belas.

ornamen masjid minimalis

motif geometri terdapat dalam berbagai bentuk di seni Islam dan ilmu arsitektur termasuk karpet kilim, ubin girih Persia dan zellige Maroko, kubah dekoratif muqarnas, yang berlapis batu jali tembus pandang, keramik, kulit, kaca warna, kayu, dan hasil besi.

Ketertarikan pada seni pola geometri Islam menyebar hingga ke dunia Barat, salah satu antara ahli teknik dan seniman yang tertarik yakni M. C. Escher di abad ke dua belas, kemudian antara matematikawan dan fisikawan termasuk Peter J. Lu dan Paul Steinhardt pada pernyataan kontroversialnya di 2007 bahwa ubin makam Darb-e Imam di Isfahan dapat bergenerasi menjadi periode quasi seperti ubin Penrose.

Bentuk tertentu pada Kufic, dibagi beberapa kelompok yang biasa disebut luas “ornamen Kufic”, menyerbu mata dengan kerumitannya dan bentuk ornamen yang berlibahan tapi memblurkan tulisan itu sendiri. Di sini kita akan berpindah dari prinsip-prinsip desain setelahnya masuk ke dalam kreatif murni dan selera pribadi.

Dengan mengambil beberapa kemungkinan maksudnya yaitu untuk membuka pintu eksplorasi diri sendiri, bagaimanapun faktanya kitajuga meninggalkan dunia penulis dan masuk ke dalam disiplin yang terpisah, ialah cahaya.

di dalam Kufic, aesthetic mencakup empat level:

merubah pola suatu huruf pada level dasar, sebagai contoh ketika ingin mengsahkan proporsi, menjarakkan sebuah huruf, dan penyelesaian pada bukaan mangkuk dan ekor.

Menambahkan gaya elemen yang masih satu team dalam bentuk huruf, seperti elemen desain dasar yang kita lakukan dengan Designing the Letters.

Menambhakan bentuk asing, lapisan hiasan yang benar-benar bebas yang tidak menjadikan efek di tubuh pada kata ( seperti topi yang bisa di lepas).

membuat sebuah pola ornamen menggunakan elemen-elemen kaligrafi.

selama ini kita telah bekerja dengan dua level pertama, yang mana kaligrafi yang sepantasnya; dipelajaran kali ini kita akan menutup dua, dimana kita menulis tentang iluminasi dan cara buat -pola.
Huruf-huruf Ornamen

tidak memiliki yang asli untuk ornamen tersebut. bermacam-macam bentuk klasik di dalam seni keislaman dan telah dilakukan sejak dulu, dan kita mempraktekan dengan bermacam-macam contoh, tapi tidak ada kewajiban untuk mengikuti gaya tradisional.

Pada faktanya, ini tidak berarti apa-apa yang di katakan Ornamen Kufic hampir eksklusif pada arsitektur dan seni yang di disatukan (keramik, ukiran logam), dan ini tidak dipakai di kertas; semua alasanya tidak merasa terikat dengannya ketika kita bekerja di dalam kertas. Imajinasimu sendiri dan keahlian yaitu satu-satunya batasan.

Satu set prinsip yang kita butuhkan adalah agar selalu ditaruh dipikiran bahwa setiap huruf mempunyai tempat tertentu di mana hiasan bisa di tempatkan tanpa mengganggu bagian utama. Ini yaitu merupakan tempat, dengan beberapa example hiasan huruf yang telah ada. ornamen masjid minimalis

Letters and their loci

example lebih lanjutnya tentang bagaimana hiasan di satukan, pada poin ini bisa diamati pada lukisan yang terkenaln pada ornamen prasasti kufic yang berbeda dibuat kembali oleh Hassan Massoudi:

Ornamental Kufic samples

beberapa contoh ini mengejakan kalimat yang sejenis (?) dilukiskan dengan cara yang berbeda. Di bawah ini saya telah mewarnai bagian yang baru, sehingga mengakibatkan tulisan terlihat tanpa terbebani ( daripada dekorasi level 2). ornamen masjid minimalis

Ornamental Kufic decoded

Anda bisa mencek beberapa ornamen mudah hanya diletakkan setelah atau sesudah huruf, untuk mengisi kekosongan, disisi lain hiasan ini dimasukkan tepat di tengah huruf-huruf tinggi, atau untuk lebih terlihatnya, tubuh pada huruf vertikal dibengkokkan menjadi ke dalam hiasan.

Ini lumayan efektif untuk menciptakan sebuah pola pada ruang tengah, dan karakteristik pada kufic dijelaskan sebagai Ikatan, Jalinan, atau Anyaman, goresan pada huruf diberlakukan seakan mereka seperti tali atau anyaman tali yang bisa diletakkan dan diikat sebagai dekorasi.

bermacam-macam motif membawa persamaan yang bagus bagi ikatan lain, seperti yang terlihat pada Celtic, Armenian dan bahkan Seni Yunani. Dekorasi yang ditambahkan pada ujung goresan, dan/atau di antara huruf-huruf, cenderung lebih bunga atau daun, yang mana, berdasarkan pada bunga-bunga, daun-daun dan tanaman menjalar.